Perkembangan desa-desa wisata yang menjadi program pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai banyak menunjukkan kebaikan baik untuk membantu kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakatnya.
Apalagi, setelah pandemi Covid-19 sudah berkurang dan masyarakat kini dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Bahkan, penggunaan masker kini bukanlah sebuah kewajiban. Tidak ada lagi batasan-batasan pertemuan yang pada saat pandemi dilakukan secara full virtual, kini siapa saja bisa bertatap muka secara langsung.
Menggandeng Semua Pihak untuk Promosi Potensi Desa Wisata
Oleh karena perkembangannya yang sangat pesat dan mampu memberikan dampak baik bagi masyarakat, Kemenparekraf pun mengajak semua pihak agar turut serta melakukan promosi mengenai potensi desa-desa wisata Indonesia ke seluruh dunia. Termasuk juga melalui pameran yang digelar di luar negeri.
Keberadaan desa wisata dinilai sebagai ‘pandemic winner’ yang mampu tumbuh bahkan saat pandemi Covid-19 menghantam berbagai sektor di Indonesia, salah satunya sektor pariwisata.
Baca Juga: Angka Stunting Jateng Tinggi, Gus Imin Minta Dana Desa Naik?
Pernyataan di atas disampaikan oleh Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ni Made Ayu Marthini.
Pemerintah mampu melihat pandemi sebagai peluang. Meskipun terdapat batasan, para turis mancanegara tidak bisa masuk ke Indonesia, tetapi justru hal tersebut dapat diupayakan untuk membuat pariwisata domestik menjadi berkembang.
Oleh karena itulah, usaha ini sudah sepatutnya didukung dengan bantuan dari berbagai pihak untuk turut serta memperkenalkan dan mempromosikan potensi desa wisata ke seluruh penjuru dunia.
4.000 Desa Wisata Siap Memanjakan Wisatawan
Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa saat ini dari total 74.000 desa yang ada di Indonesia, ada 4.000 desa wisata yang siap dinikmati oleh para wisatawan.
Pemerintah pun terus melakukan berbagai cara agar bisa lebih mengembangkan potensi desa wisata di seluruh Indonesia, salah satunya melalui gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Lewat ajang ADWI inilah, desa-desa wisata dilakukan kurasi dengan beragam kriteria, mulai dari aspek kebersihan, atraksi, sampai dengan potensi kerajinan dan kulinernya.